Serban Bukan Dari Bahagian Keagamaan

Kerana menggigit teguh akan prinsip Islam dia rela masuk lokap!

Kerna Serban seorang pelaja sekolah Pondok [ yang kemudian ini bisa kita namakan dengan istilah pondokius] rela dipenjara 2 hari.

Dia mahu nyatkan kepada dunia, kepada pemimpin, kepada polis dan kepada undang-undang bahwa dia rela mati kerna pertahankan sunnah Rasulullah – sorban di kepala!

Dia imani bahwa telah diwasitakan kepada umat manusia ketika sedang ajal mau menjemput baginda; baginda memesan agar umat ini meggigit sunnah kerna akan datang satu hari nanti manusia akan cuba menarik sunnah dari pegangan umat Islam. Sehinggakan kalau digigit dengan gigi kapak, pasti sunnah itu akan tercabut lantaran kuatnya tarikan manusia yang memusuhi sunnah. Kerna itu Rasul menyuruh kita menggigitnya, dengan kuat, gunakan gigi graham, agar nanti bila ditarik pasti sunnah itu tak  terlepas dari mulut.

“Al-‘irbadh bin syariah ra berkata: “Suatu hari setelah sholat subuh, Rasulullah saw menasehati dengan satu nasehat yang begitu mendalam, hingga air mata kamipun mengalir dan hati-hati kami pun bergetar, kemudian berkatalah seseorang: “Sungguh ini adalah nasihat orang yang mahu berpisah, lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami wahai Rasulullah saw? ” beliaupun bersabda “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala, untuk mendengar dan taat kepada pemimpin, walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyi (ethopia), karena sesungguhnya siapa diantara kalian yang nantinya masih hidup, dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khulafa rasyidin (para sahabat) yang terbimbing dan mendapat petunjuk, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian (pegang erat-erat jangan sampai lepas), dan berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama ini (bid’ah), karena setiap bid’ah adalah kesesatan.” ( HR Abu dawud 5/4607 dan tirmidzi 2816 dia berkata hadits ini Hasan
shohih)

Dia mahu menjalani hadith tersebut lalu dia memakai sorban dan dia rela untuk dijatuhkan sanksi hanay kerna sorban.

Dia dipuncak keimanan!

Kemudian para pondokius pun berkata: “Lihat, bagaiman penganut Gudwara Sahib bisa memakai sorban dan dibenarkan menunggang motorsikal tanpa disaman, walhal saudara kami yang antusia untuk menuntut agama di sekolah pondok disaman dan didenda!

Ini tidak adil malah undang-undang negara ini tidak menyebelahi agam Islam yang dikatakan sebagai agma Rasmi!

Lalu apakah ini bukti sebagai sebuah negara Islam kendati aturan Islam ditentang dan dizalimi?

Ibarat kera dihutan disusukan, anak di rumah mati kelaparan.

Islam di tentang dan agama Sink  diberi laluan.

Kemudian dia tersenyum ketika dia digiring ke lokap. Sebuah senyuman “kemenangan” walau Islam makin tertindas di bumi Malaysian. Semuah isyarat bahwa manusia muslim harus memperjuangkan Islam wallu dikenakan hukuman! Islam adalah kehidupan yang sempurna! – ini pesanan pada sebuah senyuman.

Saya tidak tahu, apakah akan ada siri demontrasi oleh para pondokius nanti, tapi saya yakin isu ini akan menjadi modal para penceramah agama untuk menentang kerajan Muslim Malaysia.

Tetapi pihak polis bilang; pemakain sorban itu bisa mengancam nyawa ketika menunggang motosikal andi penunggangatau pemboncengnya terhumban jatuh.

Sebaliknya topi keledar itu bisa menyelamatkan otak dan kepal kita dari berderai, kerna hentakan ketika kecelakaan jalanrata bisa menghancurkan kepala kita, rempuhan itu ibarat seperti dikenakan tekanan seberat 80 kg.

Polis tidak pernah melarang orang tua yang telah ke haji, atau guru agama, kerna mereka ini selalunya membawa moto seperti siput; dengan hati-hati, atau kadang-kadang rabun yang memaksa mereka memperlahankan kelajuan.

Begitu juga polis tak pernah menangkap tok haji yang memakai serban di dalam sebuah keretak. Atau bas. atau lori. atau kapal terbang.

Jauh sekali para jemah solat yang sedang bersantai atau bersolat di masjid!

Yang polis lakukan hanyalah melarang selain hari, kiyai, guru agama, ustaz, dari memakai sorban – kerna ia mengancam nyawa kepada pengunggangnya!

Lalu apakah wajar Polis dan kerajan dikatakan menentang Agam Islam dan memberikan kelebihan kepada penganut lain?

Saya fikir ini adalah pikiran senteng dari para pondokius. Kerna dikatakn senteng lantaran pemikiran jenis ini tak berdasar dan selalu simpang siur. Satu ketika mereka akan menentang sunnah dan pada satu ketika yang lain mereka akan berpegang pada sunnah – walhal ia bukanlah sunnah syariah.

Ini biasa berlaku kepad pondokius lantaran mereka tidak mahu mengimani agama dengan benar adanya. Tidak mahu memahani agama dengan pintu dalil dan pembuktian. Meereka merasa cukup dengan taqlid buta dan sentimen agama. Nenek moyang mereka adalah hujjah pada mereka! Nenek moyang mereka adalah Nabi yang diutus, dan guru mereka adalah ma’sum!

Kerna itulah bangasa kita ini masih duduk dalam tempurung, kerna minda kelas pertama – minda yang selalu bertanya akn dalil – tak penah dihidupkan dalam pendidikan kehidupan kita.

Tuan-tuan;

Persoalannya ada 2 dalam kes “Penjara Serban” ini

 

Persoalan Pertama

Pertamanya saya mau bertanya kepada tuan-tuan; Apakah tuan setuju bahwa telah sabit keabsahan bahwa Rasulullah saw dan para sahabat menunggang unta dalam seharian, berperang menaiki unta dan  kuda, berjahi dengan unta, berdagang dengan unta?

Lalu setujukah kalau saya katakan begini: “Menaiki unta dalam kehidupan seharian adalah sunnah – dapat pahala. Menaiki Unta dan kuda dalam berperang juga sunnah – mendapat pahal dan insyaallah akan menang. Mungkin kekalahn kita di Palestin adlh kerna kita tak menunggang unta dan kuda! Dan adalah sunnah kita menunaikan haji dengan unta!”

Lalu apakah tuan-tuan setuju dengan kenyatan saya ini!

Kenyatan saya ini berasas, lahir dari riwayat yang mutawair akan Unta! Lantas bagiman kalian mahu menolaknya?

Justeru bila kita amati, kehidupan baginda terbahagi kepad 2, iaitu kehidupan sebagai manusia dan kehidupan sebagai rasul.

Sebagai manusia, Muhammad saw akan berperilaku sebagai manusia lainnya; dia ad cara jalnnnya, dia ada cara pembawakan dirinya; dia mahu makan, punya makann kegemaran. Dia mahu bersantai, dia membina rumah, membeli pakaian, makanan.

Maka dalam hal ini manusia, yakni sahabat baginda tak mengikuti baginda kerna mereka semua mengerti akan hakikat kemanusian Muhammad saw. Kerna itulah telah sabit hadith “Pendebungaan kurma” ketika baginda berkata” Dalam hal dunia, kamu lebih tahu”. Malah dalam beberapa hadith kita dapati bahwa sahabat pertanyakan kepada bagnda: “Apakah ini wahyu atau pandangan Rasul semata?”.

Dan para sahabt juga ada menyelisihi baginda dalam hal Adiyah [adat] ini kerna setiap manusia punya keinginan, keadan, dan ekonomi yang berbeza.

Dan sebagai Rasul, dia menurunkan perintah tuhan dan larangan. Maka dalam hal ini setiap manusia wajib untuk mengikutinya tanpa alasan. Kerna itu Rasul berbicara: “Dalam hal Agama, serah padaku”.

Inilah yang lebih terangkum dalam hal-hal ubudiyah – jalan menghambakan diri kepada Tuhan, yang dimulai dengan aqidah ; keimanan tengtang Tuhan dan segala hal-hal ghaib, kenabian, kitab-kitab, malaikat dan semua yang bersangkutan.

Lalu kepada manusia, tak ada celah bagi kita untuk menambah, mengurang atau menafikan hal-hal ini!

Dan hal inilah yang Baginda wasiatkan untuk digigit dengan gigi geraham!

Kerana itulah dalam hal serban ini, menunjukkan bahwa tiada satu dalil yang sah pun menunjukkan bahwa serban termasuk dali bahgian agama!

Yang nyat bahwa serban adalah pakain bangsa arab, dan Muhammad saw pasti adalah seorang arab. Lalu baginda memakai pakain kebiasan bangsanya!

Lalu kita minta kepada pondokius untuk datangkan sebuah hadith yang kualitinya sah tentang penggalakan memakai sorban!

Kalu sekadar bisa membawakan sejumlah hadith yang palsu dan lemah, lalu membuat kesimpulan”Walau palsu dan dhaif, namun maknanya mutawatir dan bisa digunakan”.

Saya mau bertanya; “Kaedah disiplin ilmu hadith yang manakah kalian guna sehingga bisa menyimpulkan hal demikian?”

Justeru seandainy tiada hujjah, maka terimalah dengan hati terbuka. Kepada semua manusia, kita janganlah mencaci pakaian orang lain selagimana ia memenuhi tuntutan agama, tambahan pula pakaian Rasulullah saw.

Maknanya sorban adalah satu kebudayan bukan keagaman. Tetapi kebudayan bisa diganjari pahala jika kita niatkan kepada agama; seperti memakai “baju melayu” lalu kita menbaca doa dan dengan niat untuk menutup aurat, dan guna mahu menunaikan solat.

Tuan-tuan Pondokius; boleh mengertikah?

 

Persoalan Kedua

Dari sekian banyak sunnah, antara sunnah sorban [kalau mereka mengganggap sorban sebagai sunnah juga walalupun mereka tak bisa mendapatkan sebuah hadith tentang penyuruhan sorban] dan sunnah aqidah, manakah yang lebih tinggi dan harus dipertahankan?

Semua manusia yang islamis suka memakai sorban, hatta seorang yang paham tuhan itu bisa pindah randah dalam jasad! Hatta Ibn Arabi yang mengimani Firaun adalah bertauhid, dan Anjing itu adalh Allah yang telah menitis!

Lalu, dari segi logis, malah sebenarnya dari segi petunjuk yang telah Rasul berikan, yang berupa sunnah, adalah menegakkan aqidah dagulu, menggigiti sunnah aqidah dengan kuat terleih dahulu. Bukan sunnah serban, yasinan, maulidan, bubur asyura, tahlilan dan banyak lagi yang sebenarnya bukan sunnah tapi melanggar sunnah!

Inilah sunnah yang hakiki dan terbesar, sebuah sunnah yang terabai; membersihkan manhsia dari keyakina-keyakinan songsang dan mengisi jiwa mereka dengan keimanan yang shahihah! Inilah tugar utama Rasul saw dan seluruh Rasul dan nabi!

“Dan sesungguhnya Kami mengutus kepada setiap umat seorang rasul; Hendaklah kalian menyembah Allah dan menjauhi thaghut” (an Nahl 36)

Maka, kita mau bertanya kepada pondokius yang sering memakai sorban dengan keyakinan “ini adalh sunnah, dan harus dipertahankan”; “Apakh kalian telah membersihkan keyakinan kalian dari kesyirikan, kekhurafatan, kebid’ahan?’

“Dan apakah kalian juga setelah itu menyeru dan menyebarkan aqidah yang shahih dikalangan masyarakat”

Lantas kita juga mau bertanya, berdasarkan hadirh wasiat nabi saw tadi: “Apakah kalian telah menghapuskan segala bid’ah ibadah yang kalian ciptakan sebelum ini, dan kembali mengamalkan tatakrama ibadah yang nabi tunjukkan – pesis – tak bertambah dan berkurang?”

 

Yang peliknya kalian begitu bersemangat untuk mempertahankan sesuatu yang bukan dari bahgian agama dan bersemangat pula menentang golongan yang mahu mengajak kalian kepada berpegang teguh kepada sunnah Muhammad saw yang asli.

Dan kita juga meminta pondokius untuk tidak mencela Polis dan kerajan. Ini bukannya sunnah Muhammad saw, melainkan sunnah khawarij yang lahir dari pikiran “adil” Dzul Kwuraishi ketika dia menempelak Muhammad saw: “Berlaku adillah Muhammad” ketika dia merasa Muhammad saw tidak adil dalam pembahagian emas.

Polis dan Kerajan tidak bersalah, malah mereka mahukan umat islam aman dari kecelakn jaln raya. Kerana itulah mereka mewajibkan kita memakai topi keledar, dan membiarkan Sink. Paham-pahamilah hal ini.

Justeru kalau kalian merasakan kalian lebih mengerti akan agama, lebih memahami nas dari baginda, lebih berfikiran waras dari sahabt maka kalian lebih layak mendapat Wahyu. Maka lebih baik kalian jadi Nabi. Doalah kepada Tuhan agar kalian menjadi Rasul Melayu. Walhal beberapa panutan agama kalian dari kaum mu’tazilah dan kaum sesat lain beriman bahwa Kerasulan ini bisa digapai lewat keazaman beribadah!

Kerna kalian lebih bagus dalam hal agama ketimbang Muhammad saw, sang Arab Quraiys!

Label: , ,

4 Respons to “Serban Bukan Dari Bahagian Keagamaan”

  1. agak Says:

    Serban, lilit kepala dgn kianpanjang.Kain tu kalau solat atas pasir bolehguna untuk lapek.Kalau panas terek bileh berlindung. kalau datang ghubar, ribut debuboleh tutub muka. kalau zaman xda topi kleder, jatuh motor mungkin selamat kepala. Rupa2 nya orang arab ni pandai dan multi user. Tapi abujahal abu lahab abu talib yg x Islam pun pakai serban jugak. Habeh camana nak kaitkan dgn ugama Islam yg syumul dan kamil., kecuali lah singh tu rasa ada kaitan dgn agama bahai.
    Jadi eloklah kita faham betul2 apa dia yg agama, yg jadi ibadat dan adat. Adat yg baik yg x tentang sunnah xpa lah teruskanlah, ia jadi ‘uruf. Tapi jangan kempen kata tu lah Islam dan yg lain x islam.Islam bagi panduan, bagi neraca, bagi piyawai saja. Apa apa yg memenuhi piyawai ok lah tu. Kalau nak pakau melayu, cukup tutup aurat, nak tambah jatidiri sebagai adat Melayu, litaarafu apa salahnya.

    Jawaban:

    Setuju sangat dengan th haji

  2. aku Says:

    correction. multiuser ker multipurpose? multiuser=pelbagai pengguna, multipurpose=serbaguna.

  3. songkok_hina Says:

    Apa itu sunnah nabi kalau bukan makan, pakai, perbuatan dan kata-kata nabi. Adakah sunnah hanya berdasarkan kata-kata nabi sahaja sedangkan nabi dipelihara dan diberi petunjuk Allah dalam setiap hal.

    Kalau menghina sunnah samalah seperti menghina Islam, menghina Islam samalah macam kafir tak beriman. Walaupun sekadar memperlekehkan pakaian dan serban Nabi.

    Jawaban:

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. [Al-Ahzab : 21]

    Sunnah yang paling agung adalah apa yang setiap nabi lakukan kepada setiap umat manusia:

    “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut”. [An-Nahl : 36]
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz ke Yaman, beliau bersabda.

    “Hendaknya hal pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah pesaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah saja, maka jika mereka mentaatimu dalam hal itu ….. dan seterusnya sampai akhir hadits. [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1395) dan ditempat lainnya, dan Muslim (19), Abu Daud (1584), At-Tirmidzi (625), semuanya dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu]

    Maka itulah sunnah yang paling agung. Tanpa sunnah ini, pakai lah serban bertingkat 7, atau lakukan sunnah “perbuatan” apa saja, pasti amalan itu fatamorgana.

    justeru dalm hal serban dan jubah ini pun, walau ia adalah sunnah adat, bukannya sunnah syariat, maka tidak harus kita mencela pakaian bangsa arab.

    Walhal, mencela agama kaum kafir pun dilarang, padahal itu adalah tandingan tuhan, inikan pula sebuah kultur budaya yang tak menyalahi syariat. bahkan kultur budaya itu adalah pengamalan nabi muhammad saw.

    Justeru, kita harus cerdas untuk membezakan antara 2 hal; pertama – sunnah syariah dan sunnah budaya. kedua – antara sunnah dan bid’ah.

  4. Muhammad Says:

    Assalammualaikum….sahabat, kau terlalu banyak berbicara…..apakah kau mengerti apa itu islam???…kau kenalkah siapa itu Muhammad Rasulullah saw….??? kau kenalkah siapa itu ALLAH SWT??? atau aku pikir kau hanya kenal sekadar namanya saja….kau bicara bab bidaah….apakah kau mengerti sunnah??? kau belajarkah Aqidah!Syariah!Dakwah! bicara mu tiada siasah!!!!!!!!!!!penuh dengan kesombongan!!!!! kita jauh dari ingat kepada Rasulullah….tuntutan Rasulullah…..Selawat kepadanya!!! yg kau pergi mempertikaikan sesorang yang membanggakan pakaian Rasulullah sebab apa…atas dasar apa!!! wei!!!!!!! semua ulama pakai serab la bodoh!!!!!!!!! imam abu hanifah , imam syafie, imam malik, imam hanbali, imam bukhari, imam muslim dan banyak lagi….kau siapa baru belajar hadis dah nak bagi fatwa dan hujjah yang bodoh macam taik basi……tapis yer….jagalah hubungan kita sesama muslim!!

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


%d bloggers like this: